Cerita kami

Kopi enak tidak harus mahal — asal kamu mau repot sedikit

Itu premis yang kami uji sejak 2021, dan sejauh ini masih terbukti.

Mesin sangrai kopi milik Kopi Pelita

Awal mula

Satu mesin sangrai bekas, satu garasi, dua orang keras kepala

Kami dulu bekerja di kedai orang lain dan tiap hari melihat selisih harga antara biji mentah dan secangkir yang dijual. Selisihnya wajar kalau dipakai membayar sewa dan gaji — tapi sebagian besar justru habis di rantai distribusi. Jadi kami beli mesin sangrai bekas, mulai dari 5 kilogram seminggu, dan menjual dari garasi. Pelanggan pertama kami tetangga sendiri.

  • 2021 — mulai dari garasi, sangrai 5 kg per minggu
  • 2023 — pindah ke Jl. Jaksa Agung Suprapto, dapur mulai buka
  • 2026 — sangrai 60 kg per minggu, masih dikerjakan sendiri

Prinsip

Empat hal yang tidak kami kompromikan

  • Sangrai sendiri, tiap minggu

    Jumlah kecil supaya tidak ada stok basi. Tanggal sangrai selalu tertulis di kemasan — silakan dicek.

  • Beli langsung dari petani

    Robusta dari Dampit dan arabika dari Gayo. Harga disepakati di depan, tanpa tengkulak.

  • Tidak mengusir tamu

    Tidak ada batas waktu duduk, tidak ada minimum order per jam. Kalau meja penuh, kami carikan solusi lain.

  • Fasilitas kerja yang jujur

    Wi-Fi 100 Mbps dan colokan di hampir semua meja. Kami sebutkan supaya kamu tidak perlu menebak.

Kata pelanggan

Yang paling sering kami dengar

  • DDita AnggrainiPelanggan tetap sejak 2023
    “Saya kerja remote dan sudah coba hampir semua kafe di Klojen. Cuma di sini colokan listriknya benar-benar cukup dan nggak ada yang lirik-lirik kalau saya duduk empat jam.”
  • BBagus RahmadiPenikmat manual brew
    “Baristanya mau diajak diskusi soal profil sangrai tanpa terkesan menggurui. V60 Gayo-nya konsisten tiap kali saya pesan, dan itu susah.”
  • SSari MelatiDatang bareng keluarga
    “Nasi gorengnya beneran enak, bukan sekadar pelengkap kafe. Anak saya yang biasanya susah makan malah nambah.”
  • RRangga PratamaMahasiswa
    “Harganya masuk akal buat kantong mahasiswa, tapi kopinya nggak terasa dimurahin. Tubruk 18 ribu itu jujur banget.”
  • AAyu WulandariPelanggan GoFood
    “Pesan lewat GoFood dan es kopinya sampai masih dingin, gula arennya nggak mengendap. Kelihatan packing-nya dipikirin.”
  • FFikri RamadhanKerja bareng tim
    “Kami rutin meeting mingguan di sini. Wi-Fi stabil, musiknya nggak memaksa, dan lantai atas cukup tenang buat diskusi.”

Mampir dan nilai sendiri

Kalau baru pertama kali datang, bilang saja ke barista. Kami bantu pilihkan yang cocok dengan selera kamu.